Minggu, 11 April 2010

Usaha Pembesaran Ayam Kampung Pedaging

1 Yang Perlu Anda Ketahui Tentang Ayam Kampong
Laju pertumbuhan tubuh ayam kampung tergolong lambat. Inilah yang menjadi alasan utama jenis ayam ini tak banyak di usahakan sebagai ayam pedaging. Karena kondisi seperti itulah, pilihan mengusahakan ayam pedaginglalu jatuh kea yam ras, broiler. Ayam ini memang memiliki laju pertumbuhan tubuh yang luar biasa. Dalam waktu tujuh minggu setelah menetas, beratnya bisa mencapai 1,5 kg. bobot yang sama dicapai oleh ayam kampung dalam waktu lebih lama, 30 minggu. Peternakan ayam broiler pun, dari skala kecil sampai besar, lalu tumbuh menjamur. Untuk menunjang kesuksesan usaha, banyak pengusaha ayam broiler yang sengaja menggelar armada pemasaran untuk merambah konsumen berbagai wilayah. Hasil kerja keras para pengusaha dibidang ini cukup jelas:daging ayam broiler lebih mudah didapat dibandingkan daging ayam kampung.
Celah usaha ini cukup lebar mengingat selera masyarakat tidak homogen, tak semua memilih ayam broiler untuk dikonsumsi. Selain itu, ayam kampung juga memiliki kelebihan: ketahanan tubuh ayam kampungterhadap penyakit lebih kuat dibanding ayam broiler. Pakan ayam kampung pun lebih sederhana atau lebih murah disbanding ayam broiler.

A. Mana yang Disebut Ayam Kampung
Sampai saat ini belum ada batasan yang pasti tentang pengertian ayam kampung. Jika disini disebut “ayam kampung” penyebutan ini hanya sekedar untuk menunjukan ayam local dengan keragaman genetis tinggi yang sudah luas dikenal dan tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Jenis ayam lokal diperkirakan menjadi bervariasi karena pengaruh isolasi tempat. Variasi individu dalam satu jenis ini tidak hanya terbatas pada warna bulu, tetapi juga pada ukuran tubuh, produktivitas telur, dan suara. Semua variasi ayam lokal ini ada yang menyebut sebagai ayam buras.

B. Burung yang Tidak Bisa Terbang
Dalam dunia hewan, ayam kampung digolongkan ke dalam bangsa Galliformes (unggas). Seperti jenis unggas lainnya, ayam kampung berkembang biak dengan bertelur.

2. Merencanakan Peternakan Ayam Kampung Pedaging
Pada tahap perencanaan, gambaran pasti tentang prospek usaha harus sudah di ketahui.

A. Potensi Pasar
Meskipun daging ayam kampung sudah akrab di lidah masyarakat, tetapi usaha peternakan ayam ini tidak terlalu banyak peminatnya. Karena itu, tidak mengherankan jika permintaan konsumen terhadap daging ayam kampung belum bisa terpenuhi, tahun 1991 di Jakarta hanya 7% dari total kebutuhan daging ayam kampung yang bisa terpenuhi.

B. Menentukan Lokasi Usaha
Lokasi usaha sering kali di abaikan dalam usaha peternakan ayam kampung. Jika peternakan ayam kampung pedaging akan dijadikan sebagai usaha yang benar-benar menguntungkan, penentuan lokasi usaha harus dipikirkan secara matang.

C. Menentukan Sistem Pemeliharaan
Sistem pemeliharaan ayam kampung dapat dibedakan menjadi tiga: ekstensif, semiintensif, dan intensif.
3. Bibit dan Cara Mendapatkannya
Bibit ayam yang berkualitas baik merupakan modal awal dalam usaha peternakan. Bibit ayam kampung agak sulit diperoleh karena memang belum banyak peternak yang khusus menyediakan. Untuk itu, cara memperoleh bibit perlu dipikirkan demi kelancaran usaha peternak anda. Agak berbeda dengan ayam ras, salah satu faktor yang menjadi kendala berternak ayam kampung adalah cara mendapatkan bibit (DOC, day old chicken).

A. Mengusahakan Bibit Ayam
Membibitkan sendiri merupakan alternative yang cukup baik untuk mendapatkan DOC yang berkualitas. Bebrapa hal yang perlu dilakukan oleh peternak adalah menyiapkan mesin tetas, menyiapkan dan memelihara induk penghasil telur untuk bibit, serta melakukan proses penetasan. Ciri-ciri fisik di antaranya berd=badan sehat dan tegap, berbulu mengkilap, tidak cacat dan sakit, serta produktivitas telurnya baik (rata-rata 115 butir pertahun). Umur induk yang baik berkisar 1-2 tahun.
Penetasan telur ada dua cara, yaitu secara alami dan secara buatan. Cara buatan, yaitu penetasan dengan mesin tetas dapat dilihat dari sumber panas, kelembaban, temperature, pemutaran dan pendingin telur, dan peneropong telur.

4. Memilih Pakan yang efesien
Banyak tersedia pakan untuk ayam. Namun, tidak semua jenis pakan tersebut cocok diberikan kepada ayam kampung pedaging, dalam arti sesuai untuk perkembangan tubuh ayam, berharga murah, mudah didapat, dan terjamin kualitasnya.

A. Belum Ada Pakan Khusus
Pabrik pakan unggas belum memungkinkan melayani permintaan pakan ayam kampung yang relatif kecil dan belum kontinu.

B. Zat-zat yang Dibutuhkan Tubuh Ayam
Zat-zat yang dimaksud anrata lain karbohidrat, lemak, protein, mineral, vitamin, dan air.

5. Mewaspadai Serangan Penyakit
Berikut ini adalah beberapa penyakit yang sering menyerang ayam kampung:
a. Tetelo (Newcastle disease)
Gejalanya:ayam terlihat lesu, mengantuk, kepala selalu tertunduk, nafsu makan kurang, bulu berdiri, jengger pucat, cuping dan pial berwarna biru, tembolok penuh dengan pakan yang tidak tercerna, dan ayam mencret dengan kotoran yang disertai lender berbau.
b. Pilek
Gejalanya:ayam selalu menggeleng-gelengkan kepalanya untuk menghilangkan lender dari hidungnya, muka dan mata ayam tampak membengkak, dan nafsu makan berkurang.
c. Gumboro
Gejalanya:ayam selalu lesu dan mengantuk, nafsu makan menurun, dan bulu tampak kusam
d. Coccidiosis
Gejalanya:jengger, pial, bagian kepala terlihat pucat, nafsu makan kurang sehingga ayam terlihat kurus, sayap terkulai, kadang-kadang terjadi lumpuhpada kaki.

e. Cacingan
Gejalanya:ayam pucat, kurus, lemah, kehilangan nafsu makan, partumbuhan lambat, bulu kusam, dan sayap terkulai.

6. Jalur Pemesanan
Sampai saat ini, peternakan ayam kampung kebanyaka masih dalam bentuk perternakan rakyat. Salah satu bisnis keuntungan dari bisnis ayam kampung adalah permintaan konsumen selalu melebihi pasokan yang tersedia. Dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa pasar ayam kampung tidak pernah jenuh. Ini berarti bhwa peluang bisnis ayam kampung pedaging masih tebuka sangat lebar.
Jalur pemasaran ayam kampung dari peternak sampai ke konsumen dapat melalui beberapa cara. Banyak di antara peternak ayam kampung yang tidak perlu besusah payah menawarkan atau membawa hasil tenaknya ke pasar untuk di jual. Padagang pengumpul akan ke peternak untuk membeli ayam kampung. Selanjutnya jalur pemasaran dari pedagang pengumpul ini akan melalui berbagai jalur sebelum akhirnya sampai ke tangan konsumen. Ada sebagian pedagang pengumpul yang sudah mempunyai pelanggan tetap, seperti pasar swalayan, restoran-restoran, atau rumah makan khusus menjual masakan dari ayam kampung, untuk jenis pelanggan ini biasanya meminta ayam kampung dengan berat yang seragam dan dalam jumlah yang kontinu.
Bagan Rantai pemasaran ayam kampung

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar